TSTMM Bekerja Sama Dengan Bandar Bola SBOBET, Maxbet dan M11bet untuk Situs Judi Bola
Home > Berita Bola > Tiga Pemain Raksasa Sepak Bola yang Hina Mantan Klubnya usai Pindah

Tiga Pemain Raksasa Sepak Bola yang Hina Mantan Klubnya usai Pindah

Dunia – Loyalitas sejatinya tidak diwajibkan, apalagi jika diterapkan di ranah sepak bola. Membela sebuah klub untuk waktu yang relatif lama juga bukan jaminan jika si pemain tidak menyimpan ketidaksukaan. Banyak pesepak bola yang baru berani bongkar isi hati mau pun kejelekan mantan klub saat bergabung dengan klub lain.

Layaknya sebuah hubungan pada umumnya, selalu ada pertemuan dan perpisahan. Jika langgeng, maka kisah romantis yang mewarnai proses hubungan sampai maut memisahkan. Jika penuh masalah, pasti banyak faktor-faktor penyebabnya. Sayang, seringkali hal tersebut kemudian diumbar, seperti pesepakbola-pesepakbola berikut ini:

1. Neymar – Barcelona
Banyak yang menyayangkan keputusan Neymar untuk tinggalkan Barcelona dan bergabung dengan Paris Saint-Germain. Tak sedikit pula yang memaklumi kepergiannya. Mereka yang maklum, menganggap jika pemain seperti Neymar tak layak selalu berada dalam bayang-bayang pemain lain, siapa lagi kalau bukan Lionel Messi.Namun, cerita tak berhenti di situ saja. Usai pastikan menjadi bagian dari PSG, Neymar langsung buka-bukaan mengenai rasa sakit hatinya kepada manajemen Blaugrana.

“Ada yang ingin saya sampaikan. Saya kecewa dengan mereka (Barcelona). Empat tahun saya habiskan di sana, saya sungguh senang. Saya mulai karier saya dengan bahagia, meninggalkan Barcelona pun dengan perasaan senang,” kata Neymar.

“Tapi tidak dengan mereka (manajemen Barcelona).”

“Menurut saya, mereka tak seharusnya memegang kendali Barca. Barca layak mendapatkan lebih. Semua orang tahu itu,” ungkapnya kepada sejumlah media di Prancis.

Hal serupa juga diutarakan oleh Dani Alves, bek PSG yang hijrah dari Barca ke Juventus. Ia mengaku sangat kecewa dengan petinggi klub yang dinilainya arogan dan picik.

2. Pepe – Real Madrid
Selain Raul Gonzales atau Iker Casillas misalnya, sudah mulai jarang ada pemain yang mau (bisa) bertahan selama 10 tahun atau lebih di Real Madrid. Kecuali Pepe, bek asal Portugal yang akhirnya memilih untuk membela Besiktas, salah satu tim sarat tradisi di Turki.Tak ada yang menyangka jika Pepe bisa bertahan selama itu, apa lagi keteguhan Madrid mempertahankannya meski beberapa kali Pepe melakukan ulah yang merugikan.

Menariknya, setelah meninggalkan Santiago Bernabeu, komentar pedas keluar dari mulutnya. “Madrid tak pernah tawari saya kontrak dua tahun seperti yang ada di berita-berita.”

“Cuma satu tahun, jadi sudah jelas saya bukan proyeksi jangka panjang mereka. Sebenarnya tak masalah, tapi ketahuilah, cara mereka memberikan penawaran tersebut sungguh mengganggu,” tambahnya lagi.

Ketika akhirnya resmi berseragam Besiktas, Pepe menyindir suporter Madrid. Ia mengatakan jika suporter Madrid tidak memiliki gairah.

“Fans Besiktas sungguh luar biasa. Di beberapa momen tertentu bersama Real Madrid, kami para pemain harus memotivasi diri kami sendiri karena mereka (suporter Madrid) tidak membuat kami bergairah,” katanya pedas.

“Di sini, di Besiktas, semua pemain yang masuk ke lapangan mendapatkan motivasi, yakni bermain untuk mereka para suporter,” tandas Pepe.

3. Mario Balotelli – Liverpool
Pada awal kemunuculannya, Balotelli adalah striker yang mengerikan. Dingin di atas lapangan, dan andal memanfaatkan fisiknya untuk berduel dengan bek mana pun. Sayang, ia punya perilaku bengal, yang bahkan membuat pelatih atau manajer tak mampu meng-handle-nya.

Pindah ke Inggris dari Italia, kelakuan Balo semakin tak terkontrol. Bermain petasan di rumahnya hanya satu dari lusinan berita miring seputar kehidupannya sebagai pesepak bola kaya raya.Namun mimpi buruk mulai menimpanya di Liverpool. Baik Brendan Rodgers mau pun Juergen Klopp sudah tak mau ambil pusing dengan Balotelli. Ia sempat dipinjamkan ke AC Milan, tapi saat kembali, Klopp yang masuk gantikan Rodgers kemudian melepasnya secara cuma-cuma.

“Bergabung dengan Liverpool adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya. Kecuali kepada suporter yang saya cintai, saya harus jujur, dan rekan setim yang saya kagumi, saya benci Liverpool,” kata Balotelli.

“Dua pelatih, Brendan Rodgers dan Juergen Klopp, sebagaimana mereka tidak menyukai saya, saya juga tidak akur dengan mereka,” sambungnya.

Saat ini Balotelli tengah menikmati dan mencoba memperbaiki kariernya di Ligue 1 Prancis bersama OGC Nice.

You may also like
Kalahkan Real Madrid, Tottenham Hotspur Berhasil Lolos ke Babak 16-Besar
http://www.tstmm.com
Membandingkan Jose Mourinho dengan Mayweather
Tottenham Hotspur Buat Liverpool tak Berdaya di Wembley
Cetak Sebiji Gol, Penggawa Alex Oxlade-Chamberlain Ketagihan Dimainkan Liverpool

Leave a Reply