TSTMM Bekerja Sama Dengan Bandar Bola SBOBET, Maxbet dan M11bet untuk Situs Judi Bola
Home > Berita Bola > Gonzalo Higuain Dicap sebagai Pemain Terburuk di Final Liga Champions

Gonzalo Higuain Dicap sebagai Pemain Terburuk di Final Liga Champions

Turin: Angelo di Livio prihatin dengan permainan Juventus saat ditaklukkan Real Madrid pada final Liga Champions 2016–2017. Ia bahkan menilai, mantan timnya itu belum punya mental yang kuat untuk melakoni pertandingan.

Juventus kalah dengan skor mencolok, 1-4, pada laga final yang berlangsung di Stadion Principality, Cardiff, Wales, Minggu 4 Juni dini hari WIB. Masing-masing gol Madrid dicetak Cristiano Ronaldo, Casemiro, dan Marco Asensio. Sementara itu, Juventus hanya melawan lewat sebiji gol  Mario Mandzukic pada babak pertama.

digi4d_300x250

Sebelum pensiun pada 2005, Di Livio pernah membela Juventus selama enam tahun yakni, 1993–1999. Kenangannya terbilang manis karena salah satunya adalah mengantarkan Juventus menjuarai Liga Champions 1996.Berkaca dengan pengalaman tersebut, Di Livio menilai Juventus memang belum cukup kuat untuk menang atas Madrid. Pasalnya, para pemain Juventus sudah kalah mental lebih dulu ketika memainkan babak kedua.

“Untuk bermain di level tertentu, Anda memerlukan pemain top dan saya rasa Bianconeri masih kekurangan sosok pemain yang memiliki kepribadian yang bisa mengangkat kualitas tim,” ujar Di Livio.

“Terdapat ketimpangan cukup jauh ketika memainkan babak pertama dan babak kedua. Aspek mental sangat berpengaruh sekali dan Juve sudah kehabisan energi itu pada 45 menit pertama,” tambahnya.

“Ketika energi itu habis, mereka kehilangan banyak momen penting pada babak kedua. Tentu bakal jadi bencana bagi Juve yang sudah kalah secara fisik dan mental,” lanjut teman akrab Roberto Baggio tersebut. Tidak selesai sampai di situ, Di Livio juga mengatakan tadinya Gonzalo Higuain bisa menjadi andalan atau pemain kunci ketika menghadapi Madrid. Namun, penampilan striker Argentina itu malah ia cap paling buruk ketimbang pemain Juve lainnya.

“Pemain yang tampil paling mengecewakan tentu Higuain. Hanya dia yang membuat saya memiliki kesan berbeda. Meski tidak ada satupun pemain di Juve yang menjadi pembeda, namun Higuain adalah satu-satunya pemain membuat saya memiliki kesan negatif,” tutup mantan pemain berjuluk soldatino atau tentara kecil tersebut.

Sejak Liga Champions masih bernama European Cup pada 1955 silam, Juventus sempat lolos ke final sebanyak sembilan kali. Namun dari sekian banyak kesempatan itu, Juve baru menang dua kali (1985 dan 1996).

Sementara itu, Real Madrid memang berstatus sebagai tim tersukses dalam kompetisi tertinggi eropa. Terhitung dari 15 final yang telah dilalui, 12 antaranya berhasil ia selesaikan dengan menjadi juara.

You may also like
Kalahkan Real Madrid, Tottenham Hotspur Berhasil Lolos ke Babak 16-Besar
http://www.tstmm.com
Catatkan Rekor Gol, Sergio Aguero Bantu City Lolos ke 16-Besar
Tiga Pemain Raksasa Sepak Bola yang Hina Mantan Klubnya usai Pindah
Kalahkan SPAL, Juventus Jaga Persaingan di Papan Atas

Leave a Reply