TSTMM Bekerja Sama Dengan Bandar Bola SBOBET, Maxbet dan M11bet untuk Situs Judi Bola
Home > Berita Bola > Kegagalan Liverpool 2015–2016 yang Bisa Jadi Pembelajaraan Buat MU

Kegagalan Liverpool 2015–2016 yang Bisa Jadi Pembelajaraan Buat MU

Basel: Liverpool memiliki kesempatan meraih satu trofi pada musim 2015–2016. Namun harapan itu buyar setelah The Reds takluk dari Sevilla dengan skor 1-3 pada final Liga Europa 2015–2016, Kamis 19 Mei.

Peluang Liverpool memenangkan pertandingan sempat membuncah setelah Daniel Sturridge mencetak gol pembuka pada menit ke-35. Tapi mimpi meraih trofi hilang gara-gara The Reds tidak tampil impresif pada babak kedua. Alhasil, Sevilla sukses mencetak tiga gol dan memenangkan pertandingan. Serbuan Sevilla sudah dimulai sejak babak kedua dimulai. Hasilnya, mereka sukses mencetak gol lewat sepakan Kevin Gameiro pada menit ke-46.

digi4d_300x250

Badai serangan Sevilla tak berhenti sampai di situ. Gameiro nyaris mencetak gol kedua pada laga ini saat memasuki menit ke-48. Namun skor tak berubah karena striker asal Prancis tersebut gagal menyelesaikan peluang dengan baik walau sudah berhadapan dengan kiper Liverpool, Simon Mignolet.

Dua serbuan Sevilla membuat pertahanan Liverpool panik. Situasi ini dimanfaatkan Sevilla dengan baik. Dengan mengandalkan serangan dari sisi sayap, skuat asuhan Unai Emery tersebut berhasil mencetak gol pada menit ke-64 dan ke-70. Kedua gol itu dihasilkan oleh kapten tim, Coke.

Liverpool mencoba untuk bangkit setelah kebobolan tiga gol. Namun lawan sudah kadung tampil dengan kepercayaan diri tinggi sehingga dengan mudah mematahkan serangan yang dibuat Sturridge dkk.”Gol pertama Sevilla bukan sebuah masalah besar. Tapi, semuanya berubah setelah itu. Kami sepenuhnya kehilangan keyakinan. Kami gugup dalam bertahan,” sesal manajer The Reds, Juergen Klopp.

“Perkembangan kami belum sebaik yang diharapkan. Kami harus menerima kekalahan ini dan menjadikannya sebagai pengalaman. Saya yakin kami bakal kuat. Ini laga yang mengecewakan dan membuat frustrasi,” tambah bekas pelatih Borussia Dortmund tersebut.

Liverpool sepertinya terlalu jemawa usai mencetak gol. Buktinya, Milner mengungkapkan rekan-rekannya sudah memikirkan soal gelar juara ketika memulai babak kedua.

“Kami siap dan telah memastikan tentang hal bagus pada babak kedua. Kami ceroboh saat membiarkan lawan mencetak gol dan tidak pernah kembali dalam permainan,” tambah eks Manchester City tersebut.
Kekalahan dari Sevilla mengubur impian Liverpool meraih trofi Liga Europa serta tampil di Liga Champions musim depan. Selain itu, kegagalan menjadi juara Liga Europa juga membuat The Reds mengakhiri 2015–2016 dengan catatan tanpa gelar.

Situasi yang dialami Liverpool musim lalu mirip dengan yang didapat Manchester United pada musim ini. Sama seperti The Reds, Red Devils juga mengincar tiket ke Liga Champions melalui jalur Liga Europa. Pada tahun ini, MU akan berusaha menjadi juara dengan mengalahkan Ajax Amsterdam di partai final.

Faktor kesamaan ini harusnya membuat MU bisa belajar dari kesalahan The Reds. Terlalu jemawa hanya akan memberikan petaka. Oleh karena itu, MU harus sepenuh hati ketika melawan Ajax. Lengah dan terlalu meremehkan lawan niscaya akan membuat MU tertimpa kegagalan dan tentunya kehilangan tiket ke Liga Champions musim depan.

You may also like
Ronald Koeman Pasrah Apabila Dipecat klub Everton
Cetak Sebiji Gol, Penggawa Alex Oxlade-Chamberlain Ketagihan Dimainkan Liverpool
http://www.tstmm.com/
Sedikit Rapor Pemain Usai Liverpool Memberondong Tujuh Gol ke Gawang Maribor
Terungkap, Bekas Manajer The Reds Pernah Menyia-nyiakan Peluang Cristiano Ronaldo

Leave a Reply